Contact Us

+62 21 2936 3800info@pingusenglish.co.id

Beginilah Penyebab Terjadinya Bullying pada Anak Menurut Para Guru dan Orang Tua TK di Kelapa Gading

Latest News

TK di Kelapa GadingBullying atau penindasan terhadap anak sering kali dilakukan di lingkungan sekolah. Padahal sekolah merupakan tempat untuk belajar, menuntut ilmu dan juga cita-cita. Seorang anak yang menjadi korban bullying, biasanya akan mengalami trauma dan takut bertemu dengan teman-teman di sekolah. Hal ini mulai ditakuti oleh para orang tua murid TK Kelapa Gading. 

Bullying adalah tindakan penindasan, kekerasan, ancaman atau paksaan terhadapa orang lain, yang menyebabkan korbannya jadi malas, takut dan selalu terintimidasi di sekolah. Perilaku bullying ini biasanya melibatkan kesenjangan kekuatan fisik, ekonomi dan sosial antar siswanya.

Para Orang Tua maupun Guru di TK Kelapa Gading telah menyadari hal tersebut, dan menurut mereka ada beberapa penyebab terjadinya Bullying di lingkungan sekolah. Berikut penyebab terjadinya bullying dan cara menolong anak yang menjadi korban bullying di sekolah:

Penyebab Terjadinya Bullying

1. Pernah Jadi Korban Kekerasan di Rumah

Terjadinya bullying bisa disebabkan karena pelaku pernah menjadi korban kekerasan di rumah. Jika seorang anak menyaksikan perkelahian orang tuanya, dan mendapatkan perilaku kekerasan oleh orang tuanya, maka anak akan berisiko melakukan bullying kepada temannya di sekolah. Para orang tua di Kelapa Gading yang telah menyadari hal ini, mereka memastikan agar anak mereka yang masih bersekolah di TK tidak pernah melihat pertengakaran apalagi melakukan kekerasan di lingkungan rumah.

2. Tidak Percaya Diri

Seorang anak bisa melakukan bullying jika ia tidak percaya dengan dirinya sendiri. Hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan yang ada di dalam dirinya, sehingga bullying akan terjadi untuk menindas teman di sekolah yang memiliki kelebihan, namun kelebihan tersebut tidak dimiliki pelaku bullying.

3. Terlalu Dibebaskan Orang Tua

Ada sebagian orang yang terlalu bebas mendidik anaknya, dan selalu mengizinkan anaknya melakukan segala hal yang membuatnya senang. Perilaku orang tua ini disebut dengan pola asuh permisif. Anak akan merasa bebas melakukan apapun tanpa merasa bersalah. Disinilah peran guru di tuntut, karenanya para orang tua di Kelapa Gading sudah banyak yang menyekolahkan anak mereka sejak usia dini (PAUD maupun TK) agar anak bisa selalu di kontrol walaupun mereka sibuk bekerja.

4. Ingin Menjadi Populer

Sering kali di sekolah terjadi kesenjangan sosial, yang menyebabkan seorang anak ingin terlihat lebih populer daripada siswa lainnya. Dengan melakukan bullying, anak tersebut akan dikenal semua siswa di sekolah tersebut, sehingga keinginannya untuk menjadi populer dan berkuasa akan terpenuhi.

5. Tidak Memiliki Rasa Empati

Sejak usia dini anak – anak di TK Kelapa Gading, sudah dibekali rasa empati terhadap sesamanya, untuk menghindari perilaku bullying dan membuat anak belajar menghargai perasaan orang lain. Tidak memiliki rasa empati bisa menyebabkan terjadinya bullying. Karena dengan melakukan bullying, pelaku akan merasa perbuatannya ini hanya bercandaan, padahal korbannya merasa kesakitan.

6. Kurang Perhatian di Rumah

Memiliki orang tua yang sangat sibuk, membuat seorang anak merasa kesepian dan kurang perhatian. Untuk mendapatkan perhatian lebih, anak tersebut akan melakukan perilaku bullying. Semakin dimarahin oleh guru, pelaku akan merasa senang karena merasa mendapatkan perhatian.

7. Senang Mengejek Orang Lain

Penyebab terjadinya bullying yang terakhir, yaitu karena senang mengejek orang lain. Perilaku yang awalnya dianggap bercanda, ternyata mengejek orang lain bisa menyakiti hati korban bullying dan menyebabkan trauma. Ejekan tersebut biasanya menyangkut ekonomi, ras, fisik, kemampuan dan gaya hidup teman di sekolahnya yang berbeda dengan pelaku bullying.

Mungkin kasus bullying di Indonesia tidak sekstrem di luar negeri karena kita memiliki  nilai budaya yang kuat. Tapi tetap saja, memberikan pemahaman ke anak tentang tindak kekerasan perlu disikapi. Caranya, misalnya dengan mengawasi anak saat menonton televisi atau berkomunikasi dengan guru mereka di sekolah. Pentingnya pengawasan anak sedari TK sudah disadari oleh para orang tua di Kelapa Gading. Begitu pula dengan pemilihan sekolah, mereka tentunya lebih menyadari pilihan menyekolahkan anak mereka di TK berstandart internasional seperti Pingu’s English

Please follow and like us:

More News

Lebih dari Bermain, Ini adalah Tahap Pertama Menuju Pendidikan Formal melalui Preschool

Tahap awal pendidikan formal anak dimulai sejak dini, bahkan sebelum mereka memasuki jenjang sekolah dasar. Preschool atau taman kanak-kanak menjadi tahap pertama…
Read More

Menjelajahi Dunia Preschool Lebih dari Sekadar Bermain, Ini yang Dipelajari Anak-anak

Preschool, atau taman kanak-kanak, sering kali dianggap sebagai tempat di mana anak-anak hanya bermain dan bersenang-senang. Namun, di balik aktivitas-aktivitas yang menyenangkan…
Read More

Menemukan Potensi Bahasa Inggris Anak Dengan Pingu's English Kelapa Gading

Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, kemampuan berbahasa Inggris menjadi semakin penting bagi generasi muda. Menyadari hal ini, orang tua sering…
Read More

Testimonials

I trusted Pingu's English because I  want my son to be able to speak English. I can see the teaching & learning atmosphere is good and very friendly. Now I can see my son is progressing a lot.

Sulthan

Students mother

After a trial class, I decided that Jennifer needs to joining a real Pingu class. She cried for the first month & I should accompany her in class. Now she has been more interactive with people & she doesn't cry as easily as She used to be. Thanks a lot. Pingu

Jennifer

Students Mother

Saya memilih Pingu’s English Pekanbaru karena memberikan metode pembelajaran yang menyenangkan. Disini Aisyah sangat enjoy dan banyak ilmu yang didapatnya, dari dia yang belum mengenal Bahasa Inggris dengan baik

Dewi Kapsari A.

Students Mother

Saya sangat senang dengan Pingu’s English. Karena Al dan Chacha sangat happy selama les disini. Perkembangan Al dan Chacha juga sangat banyak menurut saya selama belajar di Pingu’s English.

Miati Nindyani Samura

Students Mother

Hi, I'm Jane. It's very fun learning at Pingu's English Kelapa Gading. I started learning when I was 2 years old at level 0 and now I'm 7 years old,at level Jumper 2. The teachers are also very nice and lovable.

Jane

Student at Pingu's English Kelapa Gading

WhatsApp chat